POLEWALI– Sejumlah prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) pembangunan infrastruktur desa menunjukkan dedikasi spiritual yang luar biasa di tengah kesibukan kerja. Meski jarak masjid terdekat mencapai 7 kilometer dari lokasi proyek, para prajurit ini tetap menjalankan ibadah salat di area terbuka dengan beralaskan sarana seadanya. Oleh karena itu, momen tersebut memancing simpati dan rasa kagum dari warga setempat yang menyaksikan kedisiplinan para abdi negara tersebut.
Pihak komandan lapangan menegaskan bahwa kewajiban kepada Tuhan harus tetap berjalan beriringan dengan tugas negara di lapangan. Hasilnya, semangat spiritual ini justru menjadi motor penggerak bagi para prajurit untuk menyelesaikan target pembangunan jalan tepat waktu.
Konsistensi Ibadah di Tengah Keterbatasan
Para prajurit TNI memanfaatkan sudut area proyek yang bersih untuk menggelar sajadah di atas hamparan tanah dan rumput. Selain itu, mereka bergantian menjaga keamanan alat berat saat rekan lainnya sedang melaksanakan ibadah secara berjemaah. Dengan demikian, keterbatasan fasilitas dan jarak tempuh yang jauh tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk tetap mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Baca Juga:Pemkab Polman Sidak Toko Obat, Awasi Komix

Tokoh masyarakat setempat mengapresiasi perilaku positif para prajurit TNI yang memberikan contoh baik bagi pemuda di desa tersebut. Oleh sebab itu, kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya membawa perubahan fisik berupa pembangunan jalan, tetapi juga inspirasi nilai-nilai keagamaan. Langkah ini membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat terpelihara melalui perilaku yang religius dan santun di manapun mereka bertugas.
“Kami sangat terharu melihat bapak-bapak TNI tetap taat beribadah walaupun medannya sangat sulit dan masjid sangat jauh. Sebab, integritas seorang prajurit memang terlihat dari bagaimana mereka menjaga keseimbangan antara tugas duniawi dan akhirat,” ujar salah seorang warga.
Harapan bagi Semangat Gotong Royong
Pada akhirnya, sikap teladan para prajurit ini akan memperkuat ikatan emosional antara aparat keamanan dan penduduk lokal. Hasilnya, proses gotong royong dalam membangun desa akan berjalan lebih ringan karena adanya rasa saling menghargai yang tinggi. Pada akhirnya, keberhasilan proyek ini tidak hanya akan warga ukur dari aspal yang halus, tetapi dari kemuliaan akhlak para pelaksananya di lapangan.
Pihak TNI berkomitmen untuk terus menghadirkan personel yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki mental spiritual yang kokoh. Sebab, kekuatan sejati seorang prajurit terletak pada kedekatannya dengan rakyat dan ketaatannya pada perintah Tuhan dalam situasi sesulit apa pun.