Imbas Rencana Demo, Siswa di Polewali Mandar Dipulangkan Lebih Awal
News Polewali– Rencana aksi demonstrasi besar-besaran yang digelar mahasiswa di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Senin (1/9/2029), berdampak langsung pada aktivitas belajar-mengajar di sejumlah sekolah. Demi menjaga keamanan dan ketertiban, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Polman mengambil langkah antisipatif dengan memulangkan siswa lebih awal, khususnya di wilayah Kecamatan Polewali yang berada dekat dengan titik konsentrasi aksi.
Kepanikan di Sekolah
Pantauan di lapangan, suasana sempat sedikit panik di beberapa sekolah, seperti di SMPN 3 Polewali dan SDN 066 Pekkabata yang berlokasi di Jalan MR Muhammad Yamin, Kelurahan Pekkabata. Sekitar pukul 10.00 Wita, jalan di depan sekolah padat oleh kendaraan orang tua siswa yang bergegas menjemput anak mereka.
Pihak sekolah mengumumkan secara mendadak melalui grup WhatsApp orang tua agar siswa segera dijemput, sehingga banyak wali murid yang terburu-buru meninggalkan aktivitasnya dan langsung menuju sekolah. Akibatnya, gerbang sekolah dipenuhi antrean panjang siswa yang menunggu kepulangan bersama orang tua masing-masing.
“Jujur saja kami kaget. Pengumumannya tiba-tiba, jadi langsung panik ke sekolah. Harusnya sehari sebelumnya sudah ada pemberitahuan, supaya anak-anak tidak sempat masuk sekolah dulu. Ini baru diumumkan setelah anak di sekolah, jadi kami kelabakan,” ungkap Afandi, salah seorang wali murid.
Kebijakan Antisipasi
Kepala Bidang Pendidikan dan Pengajaran Disdikbud Polman, Nurman AR, membenarkan adanya kebijakan pemulangan lebih awal bagi siswa di Kecamatan Polewali. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi agar aktivitas demonstrasi tidak mengganggu keselamatan siswa, terutama pada jam pulang sekolah.
“Keputusan ini hanya berlaku untuk sekolah di Kecamatan Polewali karena lokasi demo berada di wilayah itu. Untuk kecamatan lainnya, proses belajar tetap berjalan normal,” jelas Nurman.
Ia menambahkan, keputusan ini bersifat situasional dan melihat kondisi keamanan di lapangan. Tujuannya semata-mata untuk melindungi peserta didik agar tidak ikut terjebak dalam kerumunan massa atau arus lalu lintas yang padat akibat demonstrasi.

Baca Juga: Amplop Rp50 Ribu dari Anggota DPRD Polewali Mandar Warga Bertanya-Tanya
Kondisi Berjalan Kondusif
Meski sempat menimbulkan kepanikan, demonstrasi yang berlangsung di Kantor DPRD Polman ternyata berjalan aman dan damai. Tidak ada insiden yang mengganggu ketertiban umum. Karena itulah, rencana untuk meliburkan sekolah di Kota Polewali pada Selasa (2/9/2029) akhirnya dibatalkan.
“Alhamdulillah, kondisi tetap kondusif. Jadi besok sekolah tetap masuk seperti biasa. Kami berharap orang tua juga lebih tenang dan tidak panik, karena situasi bisa dikendalikan dengan baik,” tambah Nurman.
Meski kebijakan ini dianggap tepat dari sisi keamanan, sebagian orang tua berharap koordinasi antara sekolah dan Disdikbud bisa lebih baik lagi. Informasi yang disampaikan lebih awal dinilai akan sangat membantu mengurangi kepanikan.
“Kalau memang ada potensi gangguan, lebih bagus diumumkan sehari sebelumnya. Jadi kami bisa mengatur jadwal dan anak-anak tidak telanjur ke sekolah,” kata Afandi.
Kejadian ini menjadi pelajaran penting bahwa komunikasi krisis sangat dibutuhkan di dunia pendidikan. Dengan koordinasi yang matang, kebijakan antisipatif bisa dijalankan tanpa menimbulkan kepanikan di kalangan siswa maupun orang tua.








