News Polewali– Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) kembali menggelar operasi penertiban terhadap gelandangan dan pengemis (Gepeng) di wilayah perkotaan. Razia yang berlangsung pada Kamis, 2 Oktober ini menyasar sejumlah titik strategis di Kota Polewali, khususnya di sekitar area lampu merah yang kerap dijadikan lokasi aktivitas para gepeng.
Operasi kali ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Dinas Sosial (Dinsos) serta Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Perlindungan Perempuan dan Anak (DP2KBP3A) Polman. Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang tertib, aman, sekaligus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Dipimpin Langsung Sekretaris Satpol PP Polman
Razia di lapangan dipimpin langsung oleh Sekretaris Satpol PP Polman, Syarifuddin Wahab. Turut serta petugas dari Dinsos dan DP2KBP3A yang mendampingi jalannya operasi. Kehadiran dua instansi ini menjadi penting karena mereka berperan melakukan pendekatan persuasif, pendataan, hingga pemberian edukasi kepada para gepeng yang terjaring.
Menurut Syarifuddin, operasi ini bukan hanya sekadar upaya penertiban, melainkan juga bentuk perlindungan terhadap kelompok rentan, khususnya anak-anak dan perempuan, yang kerap dijadikan bagian dari aktivitas mengemis di jalanan.
“Kami tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga mengedepankan pendekatan kemanusiaan. Para gepeng akan dibina lebih lanjut oleh Dinsos dan didampingi oleh DP2KBP3A, khususnya melalui Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), untuk proses rehabilitasi sosial dan pembinaan ke depan,” jelasnya.
Badut Jalanan dan Pengamen Turut Terjaring
Dalam operasi kali ini, sejumlah gepeng, badut jalanan, hingga pengamen berhasil diamankan. Mereka kemudian didata dan diberikan pembinaan awal oleh petugas. Langkah ini diharapkan mampu memberikan jalan keluar yang lebih baik bagi mereka, sehingga tidak lagi menggantungkan hidup di jalanan.
Bagian dari Komitmen Pemerintah Daerah
Operasi penertiban gepeng ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Polman untuk menciptakan kota yang lebih tertib, aman, dan manusiawi. Selain menjaga ketertiban umum, upaya ini juga diharapkan dapat menekan angka pengemis jalanan yang selama ini dikeluhkan masyarakat karena mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Baca Juga: Bupati Polman Serahkan Bantuan Sarana Perikanan untuk Tingkatkan Ekonomi Nelayan
Lebih jauh, pemerintah menekankan bahwa penanganan gepeng tidak bisa hanya dilakukan dengan cara represif. Pendekatan rehabilitasi sosial, pembinaan, hingga pemberdayaan ekonomi menjadi kunci agar mereka benar-benar dapat keluar dari lingkaran kemiskinan dan eksploitasi.
Menjaga Ketertiban, Mengedepankan Kemanusiaan
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa Satpol PP Polman bersama instansi terkait berusaha menyeimbangkan antara fungsi penegakan peraturan daerah dengan nilai-nilai kemanusiaan. Anak-anak, perempuan, dan kelompok rentan lainnya yang terjaring tidak diperlakukan semena-mena, melainkan diberikan pendampingan serta peluang untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak.
Dengan adanya operasi terpadu ini, masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat langsung berupa lingkungan perkotaan yang lebih tertib. Di sisi lain, para gepeng yang selama ini hidup di jalanan juga memiliki kesempatan untuk bertransformasi melalui program-program pembinaan yang disiapkan pemerintah.








