, ,

Bripka Rohmat Hadapi Sidang Etik, Publik Desak Proses Pidana Jalan Terus

by -276 Views

Berita Polewali – Bripka Rohmat Hadapi Sidang Etik, Publik Desak Proses Pidana Jalan Terus Babak baru kasus tragis pengemudi ojek online Affan Kurniawan yang tewas dilindas kendaraan taktis Brimob memasuki fase krusial: sidang kode etik terhadap pengemudi rantis, Bripka Rohmat, dimulai hari ini di Divpropam Polri. Ini menjadi titik balik dalam upaya menjamin keadilan dan akuntabilitas dalam institusi kepolisian.

Sidang etik resmi digelar oleh Komisi Kode Etik Profesi Polri (KKEP) hari ini, Kamis, 4 September 2025, menyusul pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap Kompol Kosmas K Gae, anggota Brimob yang duduk di kursi samping pengemudi saat tragedi berlangsung. Polri telah memastikan Kompol Kosmas benar-benar dikenai sanksi etik paling berat setelah sidang Rabu lalu

Bripka Rohmat , sebagai sopir rantis yang melindas Affan, telah masuk dalam kategori pelanggaran etik berat sesuai temuan Divpropam Polri . Bersama Kompol Kosmas, ia menyampaikan ancaman tidak dengan hormat (PTDH)—sanksi maksimal menurut regulasi internal Polri

Kompolnas Pastikan Pengawasan Eksternal

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) turut mengawasi sidang etik ini. Kompolnas menyatakan sidang ini bukan hanya soal mempertanggungjawabkan etik, namun juga berpotensi membuka jalan untuk proses pidana lebih lanjut terhadap Bripka Rohmat dan Kompol Kosmasdi ranah etik dan dilanjutkan secara pidana melalui penyidikan oleh Bareskrim Polri. “Potensi besar memang pemecatan atau PTDH… muara besar potensi pidana,” ungkap Anam

Sanksi Pemecatan Kompol Cosmas Tak Cukup, Publik Minta Proses Pidana Berjalan - Sulawesi Hari Ini

Baca Juga: Disdikbud Polman Pemulangan Cepat Hanya Berlaku di Kecamatan Polewali

Sidang terhadap Kompol Kosmas sempat disiarkan langsung oleh akun Polri TV, namun audio segera dimute dan video kemudian dihapus, memicu kritik soal keterbukaan publik Polri dalam menangani kasus ini Kasus ini sangat diperhatikan, tidak hanya oleh masyarakat sipil tetapi juga lembaga pengawas serta media nasional dan internasional.

Detik-detik Tragis yang Membuka Luka

Insiden yang menimpa Affan terjadi pada malam Kamis, 28 Agustus 2025 di sekitar Pejompongan, Jakarta Pusat. Dalam rekaman video yang viral, terlihat kendaraan rantis berhenti lalu melaju kembali, melindas Affan yang sudah terjepit di bawah roda. Peristiwa ini memicu gelombang kemarahan dan tuntutan keadilan di berbagai lapisan masyarakat

Hari ini, publik berharap bahwa sidang etik Bripka Rohmat menjadi momentum untuk menjaga kredibilitas Polri. Sanksi yang adil dan transparan tidak hanya penting untuk menyemangati masyarakat, tetapi juga sebagai pengingat pentingnya etika dan rasa kemanusiaan dalam setiap tindakan aparat keamanan.

Pertanyaannya kini beralih: Apakah sidang ini akan menghantarkan Bripka Rohmat ke PTDH seperti Kompol Kosmas? Apakah komitmen Polri ke ranah pidana sudah sesuai rekomendasi Kompolnas?

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.