, ,

Polewali Mandar Tetapkan Status KLB Campak Satu Anak Meninggal Dunia

by -503 Views

News Polewali– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Polewali Mandar resmi menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak. Keputusan ini diambil setelah kasus campak di daerah tersebut meningkat tajam dalam dua bulan terakhir, bahkan hingga merenggut nyawa seorang anak.

Menurut data yang dirilis Dinkes, tercatat 14 kasus campak terjadi di Dusun Reajaya, Desa Patampanua, Kecamatan Matakali, sepanjang Agustus hingga September 2025. Rentang usia pasien bervariasi, mulai dari bayi berusia 9 bulan hingga remaja berusia 16 tahun. Kasus terbanyak menimpa kelompok anak-anak yang belum mendapat imunisasi lengkap.

Penyakit Menular yang Harus Diwaspadai

Campak merupakan salah satu penyakit menular yang dapat menyebar sangat cepat, terutama di lingkungan padat penduduk. Penularannya terjadi melalui percikan ludah atau kontak langsung dengan penderita. Gejala awal biasanya ditandai dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, diikuti ruam kemerahan pada kulit.

“Campak bukan penyakit ringan. Bila tidak ditangani, komplikasinya bisa sangat serius, mulai dari radang paru, diare berat, hingga infeksi otak yang berujung pada kematian,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Polewali Mandar, dalam keterangannya.

Langkah Cepat: ORI Campak

Untuk mencegah penyebaran lebih luas, pemerintah daerah melalui Dinkes langsung menggelar program Outbreak Response Immunization (ORI) Campak. Program ini dilakukan dengan memberikan imunisasi kepada seluruh anak-anak dan remaja berusia 9 bulan hingga 16 tahun di wilayah terdampak.

Apa Saja Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Campak?

Baca Juga: Satpol PP Polman Razia Gepeng di Kota Polewali Kedepankan Pendekatan Kemanusiaan

Tim kesehatan bergerak ke sekolah-sekolah, posyandu, dan rumah warga untuk memastikan cakupan vaksinasi bisa maksimal. ORI campak ini diharapkan dapat memutus rantai penularan sekaligus mencegah munculnya korban baru.

“Langkah imunisasi massal ini sangat penting. Satu anak yang tidak divaksin bisa menjadi pintu masuk penyebaran bagi anak-anak lain di lingkungannya,” tambah pejabat Dinkes.

Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat

Selain imunisasi, pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar lebih peka terhadap gejala campak. Orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan bila muncul tanda awal, seperti demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan ruam di tubuh.

Tenaga kesehatan di puskesmas dan rumah sakit pun telah diarahkan untuk meningkatkan kewaspadaan serta mempercepat penanganan pasien campak. Edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat juga digencarkan, karena daya tahan tubuh yang baik dapat mengurangi risiko komplikasi.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.